Kepala Bayi yang Peyang Ternyata Dapat Diatasi dengan Cara Ini

Kepala bayi peyang adalah kepala bayi yang terlihat rata atau datar. Walau tidak berbahaya, kepala peyang dapat menyebabkan bentuk yang tidak estetis.

Saat menggendong bayi, coba perhatikan bentuk kepalanya. Apakah bagian belakang kepalanya rata atau datar? Tenang saja, hal tersebut tidaklah berbahaya. Kepala peyang juga tidak akan menghambat pertumbuhan otak si kecil. Hanya saja bagi beberapa orang tua, kepala bayi yang peyang dianggap kurang estetis.

Source: freepik.com

Tulang kepala bayi masih sangat lunak dan lentur, sehingga dapat berubah bentuk jika ada tekanan yang berkepanjangan, misalnya dari bayi yang berbaring dalam posisi yang sama dalam waktu yang lama. Inilah yang menyebabkan bagian belakang kepala bayi atau bagian samping kepala bayi yang bulat menjadi peyang.

Dalam istilah medis, kepala peyang disebut juga plagiocephaly. Kondisi ini bisa membuat kepala bayi terlihat tidak simetris.

Penyebab Kepala Bayi Peyang

Ada beberapa penyebab kepala bayi menjadi peyang, yaitu :
1. Tidur Telentang
Posisi tidur telentang memang lebih aman untuk bayi. Posisi tidur seperti ini dapat mengurangi resiko kematian bayi mendadak. Tapi, dampaknya adalah kepala bayi bisa menjadi peyang.

2. Kurangnya Tummy Time
Saat bayi sudah bangun dari tidurnya, jangan selalu dibiarkan dalam posisi berbaring. Bayi juga butuh tummy time. Tummy time adalah saat Anda memposisikan bayi dalam keadaan tengkurap agar ia bermain.

3. Masalah dalam Rahim
Kepala bayi yang peyang juga dapat disebabkan oleh adanya tekanan pada kepala bayi saat masih di dalam rahim akibat cedera atau kekurangan cairan ketuban.

4. Prematur
Kelahiran prematur juga sering mempengaruhi kepala bayi. Tulang tengkorak bayi prematur biasanya lebih lunak. Bayi prematur pun cenderung tidur pada salah satu sisi saja karena keterbatasan gerak.

5. Kelainan Tulang Kepala
kasus ini jarang terjadi. Kepala bayi peyang dapat disebabkan oleh penyatuan lempeng-lempeng tulang tengkorak yang terlalu dini (craniosynostosis). Kondisi tersebut bisa membuat bentuk kepalanya menjadi tidak sempurna. Jika tidak segera ditangani, craniosynostosis pada bayi bisa menimbulkan gangguan penglihatan dan keterlambatan perkembangan kognitif.

Cara Mengatasi Kepala Peyang pada Bayi

Langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi kepala peyang pada bayi adalah:
1. Ganti posisi tidur bayi secara berkala
Saat bayi tertidur dalam posisi terlentang, anda dapat mengubah posisi kepalanya secara bergantian ke arah kiri dan kanan. Anda juga dapat memindahkan letak tidur bayi. Cara ini juga dapat berguna untuk mengurangi peyang pada kepala bayi.

2. Perbanyak tummy time
Perbanyak tummy time bayi di pagi atau siang hari saat ia terbangun. Dengan mengubah kepala bayi dari posisi bersandar, bentuk kepala bayi berangsur-angsur akan berubah.

3. Lebih Sering Digendong
Menggendong akan mengurangi waktu bayi dalam posisi terlentang, sehingga tekanan pada kepala bayi dapat berkurang. Ubahlah posisi bayi seperti menghadap ke punggung atau arah lainnya.

Kepala bayi peyang bukanlah hal yang perlu terlalu dikhawatirkan. Saat bayi sudah bisa duduk dan berjalan sendiri, ia akan mampu mengubah posisi kepalanya. Seiring berjalannya waktu, kepala bayi yang peyang akan membaik.

Referensi :
https://www.alodokter.com/ini-penyebab-kepala-bayi-peyang-dan-cara-mengatasinya
https://www.sehatq.com/artikel/jangan-khawatir-kepala-bayi-peyang-bisa-diperbaiki

Posting Komentar